Pemahaman Petambak Mengenai Pengelolaan Keuangan Usaha Sebagai Dasar Penyusunan Format Pembukuan Sederhana di Desa Sumberdem
Keywords:
pengelolaan keuangan, tindakan rasional instrumental, pembukuan sederhana, pokdakanAbstract
Structured business financial management is a crucial factor for the sustainability of fish farming groups, particularly for groups receiving government assistance that are required to submit periodic accountability reports. This study aims to describe and analyze fish farmers' understanding of financial management in tilapia aquaculture in Sumberdem Village, Malang Regency, as a basis for designing a simple bookkeeping format. This study employed a qualitative approach using Robert E. Stake's instrumental case study design and Max Weber's Social Action Theory. Data were collected through observation, in-depth interviews with board members and active members of Pokdakan Sumber Gelang, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that the fish farmers' understanding is oriented toward instrumentally rational action (zweckrational). This is demonstrated through cost-benefit calculations during the commodity transition from catfish to tilapia, efficiency considerations in selecting the treasurer, the use of market price information in seeking alternative buyers, and compliance with reporting evaluations to members and the Fisheries Office. However, technical capacity limitations result in field recording practices remaining informal and mixing income and expense transactions in a single logbook, while technical data for each pond remain undocumented. In conclusion, fish farmers possess a strong foundation of rational awareness but face constraints in technical execution, making their rationality bounded in practice. These findings emphasize the necessity of developing a simplified bookkeeping format that separates cash flows and includes pond monitoring sheets to bridge the gap between rational understanding and daily financial management practices.
References
Budiantoro, H., Santosa, P. W., Paramitra, Y., Palloge, A. N. A., & Zahra, N. (2024). Pelatihan manajemen keuangan, solusi daya saing dan omzet POKDAKAN Naminasang Farm & Co. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 264–272. https://doi.org/10.53621/jippmas.v4i2.387
Hilalludin, H., & Winarni, D. (2025). Perspektif masyarakat terhadap fenomena balita yang ditinggal bekerja: studi kasus di dusun Nganyang RT 04 dalam tinjauan nilai-nilai Islam. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 2(1), 106-115.
Humaira, I., & Sagoro, E. M. (2018). Pengaruh pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan kepribadian terhadap perilaku manajemen keuangan pada pelaku UMKM sentra kerajinan batik Kabupaten Bantul. Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 7(1), 96–110.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2016). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI.
Indrayani, L., & Santi, N. W. A. (2024). Rasionalitas skala prioritas ekonomi perempuan penganyam ketupat di Desa Joanyar Buleleng. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 12(1), 30–37.
Irvan, M., Supriyanto, S., & Wahyudi, A. (2024). Wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data utama dalam penelitian kualitatif pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian Kualitatif, 2(1), 45–58.
Laia, A., Telaumbanua, A., & Harefa, A. R. (2022). Analisis pengelolaan keuangan di Desa Angorudua Balaekha. Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi (JAMANE), 1(2), 312–319.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mustika, R., & Febrianty, I. (2022). Pembinaan manajemen usaha pembudidaya ikan papuyu (Anabas testudineus) pada Pokdakan Waringin Baru. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 4(2), 45–52.
Nilamsari, N. (2023). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 13(2).
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022. Jakarta: OJK.
Rambe, R. Y., Silitonga, C. R., & Arieta, S. (2025). Analisis tindakan sosial Max Weber dalam menentukan partisipasi Pokmaswas pada masyarakat pesisir di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), 1524–1532.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Romdona, S., Senja Junista, S., & Gunawan, A. (2025). Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara, dan kuesioner. Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik (JISOSEPOL), 3(1), 39–47.
Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Suaedi. (2012). Evaluasi kebijakan pemberian bantuan sarana dan prasarana rumput laut melalui program PUMP-PB di Kabupaten Nunukan tahun 2012 (Tesis Magister, Universitas Terbuka). Repository Universitas Terbuka.
Wahyuningsih, E. D., Setiawati, I., & Prasojo, T. A. (2017). Pemberdayaan pelaku usaha mikro dengan memberikan pelatihan pembukuan sederhana di Desa Bangunrejo Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Prosiding Seminar Nasional & Internasional, 1(1).
Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Berkeley, CA: University of California Press.
Wulandari, B., Munthe, H., Rahmi, N. U., Panggabean, M. S., Sembiring, J. C., Hutahaean, T. F., Purba, D. P., & Butar-Butar, R. S. (2024). Pelatihan pengelolaan keuangan dan pembuatan laporan keuangan Kelompok Tani Hutan dan Nelayan Bumi Mangrove Desa Percut Kabupaten Deli Serdang. GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.




