Isytiqaq dan Dinamika Kosakata Bahasa Arab
Keywords:
Isytiqāq, Derivasi, Morfologi Arab, Linguistik Arab, Kosakata Bahasa ArabAbstract
Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki kekayaan kosakata dan kelenturan struktur yang tinggi. Salah satu faktor utama yang menjadikan bahasa Arab tetap hidup dan berkembang sepanjang zaman adalah mekanisme isytiqāq (derivasi), yaitu proses pembentukan kata baru dari kata dasar dengan tetap mempertahankan keterkaitan makna dan unsur asalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji konsep isytiqāq dalam bahasa Arab secara komprehensif, meliputi pengertian, kontribusi para ulama bahasa Arab, fungsi morfologis, prinsip-prinsip dasar, serta macam-macam isytiqāq yang berkembang dalam tradisi linguistik Arab klasik dan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya ulama bahasa Arab klasik seperti Ibn Jinni, al-Suyuthi, dan Ibn Faris, serta pandangan linguistik modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa isytiqāq memiliki peran strategis dalam memperkaya kosakata bahasa Arab, menghubungkan makna antar kata, serta menjaga keutuhan sistem morfologinya. Isytiqāq tidak hanya terbatas pada bentuk kecil (isytiqāq ṣaghīr), tetapi juga mencakup bentuk besar (isytiqāq kabīr), mayor (isytiqāq akbar atau ibdal lughawiy), dan sangat besar (isytiqāq kubbār atau al-naḥt). Melalui berbagai bentuk derivasi tersebut, bahasa Arab mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas kebahasaannya. Dengan demikian, isytiqāq dapat dipahami sebagai fondasi utama dalam menjaga vitalitas, produktivitas, dan keberlanjutan bahasa Arab sepanjang zaman.
